pJTuRNjPWqOk2BK-J2NnnHlt4qs Read more: http://www.tersemat.com/2012/11/cara-membuat-blog-anti-copy-paste.html#ixzz2LYKHstCf

Selasa, 19 Februari 2013

Tumor Otak Meningioma Mendominasi Perempuan

Tumor Otak Meningioma Mendominasi Perempuan Hormon perempuan yang dinamis mengandung konsekuensi. Selama ini, hamper semua perempuan merasakan sisi psikis dengan manifestasi moody. Dari sisi fisik, fluktuasi hormonal perempuan juga memicu terjadinya tumor otak meningioma, Nyeri kepala berulang sebaiknya tidak dan jangan diremehkan. Bisa jadi hal tersebut merupakan gejala tumor otak jenis meningioma. Menurut spesialis beda saraf RSUD dr soetomo Prof Dr dr Abdul Hafid Bajamal SpBS(K), angka kejadian tumor meningioma memang lebih banyak pada perempuan. “perbandingan antara perempuan dan laki-laki 2:1,” ungkap doctor yang akrab di sapa hafid itu. Dalam seminggu, paling tidak hafid menemukan dua pasien baru Tumor Meningioma. Dalam seminggu pula, selalu ada pasien berjenis kelamin perempuan. Menurut Hafid, hal itu berkaitan dengan factor hormonal. Salah satu teori menyebutkan, kadar hormone estrogen dan progesteron tidak seimbang. Kadar estrogen terlalu banyak dan mendominasi. Keadaan itu memicu sel-sel di selaput otak yang bernama arachnoid cap cell berproliferasi alias memperbanyak diri secara abnormal. Biasanya tumor tumbuh membesar kearah dalam “namun ada juga tumor yang tumbuh membesar arah luar, masuk ke tulang, bahkan keluar dari tulang”. Tutur doctor yang juga berpraktik di Brine and Spine Center RS Mitra Keluarga Surabaya tersebut. tumor yang tumbuh ke dalam rawan menekan batang otak. Kondisi itu membuat pasien merasakan nyeri kepala yang luar biasa hebat. Bila tumor tumbuh terus, bisa-bisa “menyenggol” batang otak, saraf mata, dan bagian penting otak yang lain. Pasien bisa-bisa merasakan gangguan pengelihatan, gangguan penciuman, kejang, hingga penurunan kesadaran. Menurut Hafid dirinya sering menemui pasien yang mengalami tumor meningioma setelah hamil. Juga perempuan-perempuan yang menggunakan kontrasepsi jenis suntik. “Artinya masa kehamilan dan kontrasepsi suntik bukan penyebab. Tapi dua kondisi tersebut memprovokasi terjadinya tumor ini,” jelasnya. Hal itu terkait dengan genetis seorang perempuan yang punya “bakat”, bila menggunakan kontrasepsi suntik, bisa memprovokasi terjadinya tumor. “Kalau sedang hamil, situasi hormone perempuan memang lebih dinamis. Tapi, tidak semua perempuan hamil, lalu muncul bisa muncul tumor, bergantung pada genetis,” tegas Hafid. Spesialis beda saraf lainnya, Dr Asra al Fauzy SpBS, menambakan, di Negara kita lebih dari 50% pasien dating dalam kondisi di sertai komplikasi. Terbanyak, kejang-kejang, gangguan penglihatan hingga kelupuhan, “awalnya, memang dikira sakit kepala biasa,” ungkap Asra. Lalu mengapa angka kejadian terus meningkat? Menurut Asra, peningkat angka kejadian itu diperkirakan karena alat diagnosis yang semakin canggih. Untuk penegakan diagnosis tumor meningioma, memang dibutuhkan pemerisaan dengan CT-scan dan MIRI kepala menggunakan kontras. Namun pada kasus tertentu, misalnya, letak tumor lebih sulit dijangkau, juga dibutuhkan pemeriksaan menggunakan angiografi. Bila diagnosis tumor otak meningioma ditegakan, satu-satunya jalan keluar memang operasi,. Nama operasinya trepenasi tumor atau pengangkutan tumor secara total. Maksutnya, tumor bisa benar-benar diangkat bila batasnya jelas serta meletakannya tumor di lokasi yang bisa diangkat dan dikoagulasi. Sayangnya, sebagian besar penderita datang pada saat tumor sudah menekan batang otak atau saraf lainnya. Bila sudah begitu, dokter memilih tidak mengangkat secara total. Maksutnya, tumor tetap di buang. Namun, bagian tumor yang melekat erat pada batang otak atau bagian saraf lain yang tidak dimanupulasi. Sebab, bila terusik, sama artinnya dengan mengorbankan otak atau bagian saraf tersebut. selajutnya, pasien akan menjalani radioterapi dan rutin melakukan checkup ke dokter yang merawat. Asra menambahkan, pada setiap operasi itu, dokter biasanya menggunakan cavitation ultrasound aspirator (CUSA) atau alat/mesin penghancur tumor. Untuk pencegahan, Asra lebih menganjurkan para perempuan untuk pintar-pintar manajemen stress. Juga menghindari makanan-makanan pengawet serta tidak merokok. “Kalau merasakan nyeri pada kepala yang berulang meski sudah minum obat, harus segera periksa,” Tegasnya. Wajib Antioksida dan Protein PENDERITA tumor, baik yang belum maupun yang sudah menjali operasi pengangkatan, wajib mengawasi mengumsumsi makanan yang di konsumsinya. Yang harus di tingkatkan adalah asupan makanan yang berfungsi sebagai antioksida, yakni menghambat pertumbuhan sel tumor. Nah yang paling banyak berfungsi sebagai antioksida adalah Vitamin A yang berasal dari sayuran hijau serta buah-buahan yang berwarna merah . misalnya, kangkung, tomat, bayam, sawi, wortel dan papaya, lalu juga ada Vitamin C dari belimbing ataupun jeruk. Vitamin E juga tak kalah penting. Minyak esensial adalah produk terbaik untuk vitamin itu. Misalnya, minyak ikan yang mengandung Omega 3 atau minyak kedelai, minyak biji matahari, virgin coconut oil ( VCO) yang mengandung omega 6, sementara itu, omega 9 bisa di dapat dengan mengunsumsi minyak zaitun. Selenium juga berfungsi sebagai Antioksida. Zat itu bisa diperoleh dari brokoli, kecambah, jamur atau bagian perut ikan. Protein dan susu sangat disarankan untuk mengenjot albumin. Sebab, penderita tumor sering mengalami penurunan albumin. Selain itu, protein berperan penting sebagai alat angkut gizi ke seluruh bagian tubuh. “Protein juga bisa meningkatkan kekebalan/imun,” . dan untuk makanan yang harus di hindari ialah makanan yang bersifat karsinogenik perlu di hindari, seperti pengawet, pewar’na dan pemanis buatan, serta minyak yang di pakai berkali-kali. Dan jangan lupa menyiapkan bahan makanan tersebut dalam keadaan bersih. “Cuci bersih sebelum di masak atau di konsumsi,” . Kurangi gula, garam dan daging merah maksimal tiga kali seminggu. Bentuk penyesuaian diri anda dengan makanan Kuning telur, penderita kolestrol tinggi maksimal tiga kali seminggu. Perbanyak sayuran hijau , ,, Saya rasa cukup itu saja ,, Metropolish 14 February 2013 . Sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/comparative-medicine/2357212-tumor-otak-meningioma-mendominasi-perempuan/#ixzz2LfMSYDO8

Ditulis Oleh : Unknown // 11:42 PG
Kategori:

2 komentar:

  1. thanks atas infonya, ditunggu artikel yang lainnya

    https://obatkankerotak19.wordpress.com/2015/09/01/obat-alami-kanker-otak/

    BalasPadam
  2. terima kasih banyak atas informasi yang telah disampaikan informasi yang sangat mendetail senang bisa menyimak,
    otak tmor otak alami

    BalasPadam

 

Blogroll

About