pJTuRNjPWqOk2BK-J2NnnHlt4qs Read more: http://www.tersemat.com/2012/11/cara-membuat-blog-anti-copy-paste.html#ixzz2LYKHstCf

Khamis, 28 Mac 2013

Manusia dan Binatang


http://inforgaptek.blogspot.com Manusia dan Binatang Manusia merupakan sebangsa binatang. Dia memiliki banyak kesamaan dengan binatang lainnya. Pada saat yang sama manusia memiliki banyak ciri yang membedakan dirinya dengan binatang lainnya, dan ciri-ciri ini menempatkannya lebih unggul daripada binatang. Ada ciri-ciri utama yang mendasar, yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Sifat-sifat manusiawi manusia ditentukan oleh ciri-ciri ini. Ciri-ciri ini, yang juga menjadi sumber dari apa yang dikenal sebagai budaya manusia, berkaitan dengan dua hal. Yaitu, sikap dan kecenderungan. Pada umumnya binatang memiliki kemampuan melihat dan mengenal dirinya sendiri dan dunia sekitarnya. Dan dengan berbekal pengetahuan yang didapat dari melihat dan mengenal ini, binatang berupaya mendapatkan apa yang diinginkannya. Seperti binatang lainnya, manusia juga memiliki banyak keinginan. Dan dengan bekal pengetahuan dan pengertiannya, manusia berupaya mewujudkan keinginannya. Manusia berbeda dengan makhluk hidup lainnya. Bedanya adalah manusia lebih ingin mempunyai sifat keingintahuan yang luar biasa di banding makhluk hidup lainnya, lebih mengerti, dan lebih tinggi tingkat keinginannya. Kekhasan ini yang dimiliki manusia membedakan manusia dengan binatang, dan membuat manusia lebih unggul daripada makhluk hidup lainnya. Di era yang sekarang, banyak manusia yang berkarakter seperti hal nya binatang, tidak memiliki akal sehat atau sifat kemanusiaan yang selayaknya manusia pada umumnya. Dan apakah anda tau “Apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya sebagian besar dari mereka itu mendengar dan berpikir; mereka itu tiada lain kecuali menyerupai binatang-binatang, bahkan lebih tersesat jalannya. Ironisnya Sedungu-dungunya binatang tentu punya insting yang kuat untuk mencari jalan keselamatan. betapa banyak manusia di dunia ini yang instingnya tidak lagi mampu membangkitkan kesadaran untuk terus berkehendak dan bertekad menyusuri jalan-jalan keselamatan dan kedamaian? Manusia memang memiliki “dimensi hewaniah” di dalam dirinya. Ini sesuai dengan pemaparan banyak ilmuwan yang sering mendefinisikan manusia sebagai “hewan berakal budi yang mampu berpikir logis” (hayawan nathiq). Imam al-Ghazali, dalam kitabnya, Kimiya’ as-Sa’adah (Kimia Kebahagiaan), menjelaskan adanya dua kategori sifat-sifat hewaniah yang terdapat di dalam diri manusia. Yaitu, sifat-sifat binatang jinak (al-bahimiyyah) dan sifat-sifat binatang buas (as-siba’iyyah). Terdapat juga sifat-sifat rabani yang bersumber dari “cahaya ketuhanan”. Yang mampu membangkitkan, menjaga dan mengembangkan sifat-sifat rabani itu adalah akal budi dan kemampuan berpikir logis. Inti dari kalimat tulisan saya ini adalah dimana sifat manusia itu ?? hanyalah dungu seperti binatang yang tidak punya otak !! melainkan sebaliknya binatang pun sedikit logis bias berpikir untuk hidup dalam damai.!! Untuk era yang seperti ini sifat dan manipulasi harta, tahta, wanita. Bagaikan nomor 1 (satu) didunia ini !! di mana keadilan sudah dibutakan oleh hal tersebut dan sifat kemanusiaan sudah hilang. Sangat di sayangkan hal tersebut bisa terjadi di Negara MERDEKA ini .!! yang katanya “Kode Etik Dokter” itu harus di laksanakan sesuai sumpahnya !! hanya ada Omong Kosong Untuk Dunia ini !! tidak ada yang Logis … Tulisan ini saya buat tanpa sadar dan mohon maaf bila ada salah dan kata yang menyinggung anda..! demikian Tulisan ini dibuat dengan bantuan :: http://www.noor-magazine.com & http://www.al-shia.org . http://inforgaptek.blogspot.com/ … sekian terimakasih …
http://inforgaptek.blogspot.com
¬¬¬

 

Blogroll

About